Cari Artikel ??

Cerita Episode 226 Drama Serial "Uttaran" yang tayang Hari ini selasa 3 mei 2016


Cerita Episode 226 Drama Serial "Uttaran" yang tayang Hari ini selasa 3 mei 2016

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 226 yang tayang selasa 3 mei 2016 

Diawali dari Veer yang menunjukkan berkas perkara kasus Yuvraj kepada Gunvanti dan berkata,"Baca ini, pengacaranya mengatakan kepadaku kalau kita bisa menyesal seandainya masih menakut-nakuti dan mengancam Mukhta. Mengapa ibu melakukan ini? Mengapa? Ibu ialah neneknya Yuvi. Bukannya membuat dia mengerti, ibu malah berpihak padanya?","Dia ialah cucuku","seandainya Yuvi ialah cucumu, maka Mukhta juga ialah cucu dari seseorang. seandainya Yuvi ialah anak dari keluarga ini, apa kita harus memberinya penghargaan atas perbuatannya?".

Yuvraj keluar dari kamarnya, ia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Veer dan Gunvanti.Veer berteriak kepada Gunvanti, "Ibu tidak boleh melakukan hal serendah ini! Ibu ialah seorang perempuan, seorang ibu dan seorang nenek, setidaknya ibu memahami apa yang gadis itu rasakan. Dengarkan saya bu, jika gadis itu menarik kasusnya karena ancamanmu, saya akan tetap mendukungnya. Dalam kasus ini saya berada dipihaknya","Apa yang kamu katakan? kamu akan menghukum putramu sendiri? Apa kamu tau dia bisa masuk ke dalam penjara selama 10 tahun? Tahun-tahun berharga dalam hidupnya akan dihabiskan bersama para penjahat. Itu tidak boleh terjadi!".

Yuvi kaget mendengar ucapannya. Veer mengatakan, "saya ialah ayahnya, tanggung jawabku menyewa pengacara untuknya dan saya telah melakukannya. namun saya tidak akan menggunakan uangku, nama baik keluargaku dan kekuatan keluarga Bundela untuk menyelamatkannya. Kali ini dia harus dihukum. Hanya dengan ini kita akan melihat perubahan yang nyata dari dirinya".
Yuvraj Ketakutan akan dijebloskan ke penjara .Veer pergi meninggalkan Gunvanti. Yuvi sangat panik mengetahui jika dia bisa dijebloskan ke dalam penjara sampai 10 tahun.

Sementara itu, di kamarnya, Tej menggunakan pakaian pengantin dan berbicara kepada dirinya sendiri,"Gadis impian, saya telah siap untuk pernikahan kita, sekarang kamu juga telah siap". Chanda tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Tej dan berkata, "Gadis impianmu telah tidak sabar untuk melihat gaun pengantinnya dan kamu telah memakai pakaian pengantinmu?" Chanda mulai berpikir dirinya ialah gadis impian Tej.Tej berbicara dalam hati,"Siapa yang akan memberitahu perempuan ini kalau dia bukanlah gadis impianku namun dia ialah seorang penyihir". Tej memberitahu ke Chanda,"Gaun pengantinmu akan segera datang sayang". Tej menarik Chanda ke depan cermin dan terkejut melihat bayangan mereka berdua di cermin. Tej lalu menggosok matanya dengan tangan dan berkata, "Ada sesuatu masuk kedalam mataku".

Setelah Chanda keluar dari dalam kamar, Tej berbicara kepada dirinya sendiri,"Dia fikir dia yang akan menjadi pengantin perempuanku? Yang akan menjadi pengantin perempuanku ialah gadis impianku!".
Di kampus, teman-teman Yuvraj mendatanginya dan bertanya,"Yuvi, Darimana saja kamu? kamu tidak datang ke pesta. Hari ini kita tidak boleh absen karena rektor akan memberikan kuliah","Lupakan tentang absen! Hidupku sedang hancur sekarang dan kalian mencemaskan tentang pesta dan absen!". Teman-temannya lalu pergi meninggalkan Yuvi sendirian.
Yuvraj meminta maaf ke Mukta

Yuvi mendekati Mukhta yang tengah berjalan menuju gedung kampus. Yuvi meminta maaf dan berkata, "Jangan salah paham denganku, saya mau minta maaf kepadamu. saya melakukan kesalahan, kesalahan besar. Tolong maafkan saya, setelah hari ini kamu tidak akan mendapatkan masalah berada didekatku. saya janji","Terimakasih Yuvi, setelah hari ini kan? Bagaimana dengan kemarin? Haruskah saya melupakan kepedihan, penderitaan dan hinaan itu? Luka di hati seorang gadis yang mengalami kejadian seperti itu, apa kamu bisa memahaminya? Nenekmu datang untuk mengancamku karena dia sama sekali tidak memahaminya","saya minta maaf untuk semua kesalahan ini, bahkan untuk kesalahan nenekku. Tolong maafkan saya",

"kamu tidak menyadari kesalahanmu, kamu minta maaf karena kamu takut dihukum, kamu takut dikirim ke penjara. saya tidak akan pernah memaafkanmu","Kumohon cobalah untuk mengerti, hidupku akan hancur","Dan bagaimana dengan hidupku? Pengacaramu akan memberikan pertanyaan tidak pantas yang harus saya jawab. Orang2 akan mempertanyakan perilaku ku, jadi saya tidak akan pernah memaafkanmu, dan seandainya saya memaafkanmu maka semua gadis diseluruh dunia akan mengutukku. kamu harus dihukum atas kesalahanmu!".

Divya tidak terima saat seluruh anggota keluarga tengah menikmati halwa di meja makan, Divya berkata,"Orang tua telah diusir dari rumah ini, kita dengan tenangnya makan dan memuji kelezatan makanan tersebut","Mengapa kita harus menangis untuknya sementara ibu sendiri merasa tidak peduli pergi meninggalkan kita" jawab Tuan Takhur.Divya melanjutkan, "saya mau tau mengapa tidak ada seorang pun yang menangis untuknya, saya terima kalau dia telah melakukan kesalahan dan dia telah diusir karena kesalahannya itu, namun tidak ada kah yang memikirkan dimana dia berada sekarang? Apa yang dia lakukan? Kita duduk disini bergembira sambil makan halwa seolah kita telah terbebas dari hal yang buruk!",

"Mengapa kamu bicara seperti ini?" Tanya Tuan Takhur.Damini berkata, "saya mengerti kepedihannya. Nyonya besar telah seperti ibu sendiri bagi nyonya Takhur","seandainya dia ialah seorang ibu seharusnya dia bersikap seperti seorang ibu! Divya, apa yang kita minta darinya? Hanya permintaan maaf, dia tidak mau melakukannya. Apa yang dia dapatkan dengan memisahkan Ichcha dari Meethi?" Tanya Tuan Takhur.

Divya berujar,"Apa yang dilakukan seseorang didalam hidupnya akan berbalik kepada dirinya sendiri. seandainya Ichcha dan putrinya telah menjauh satu sama lain, apa yang telah dilakukan ibu? Apakah ibu yang meminta Ichcha untuk tidak memberitahukan nama ayah dari putrinya? Dan mengapa kamu hanya melihat kebaikan dari 1 orang? Orang lain tidak sebanding dengannya, apakah itu ibu ataupun Tapasya. Mengapa semua orang hanya melihat kesalahan ibu? Mengapa kalian tidak melihat kesalahan Ichcha?",

Damini berkata, "Ichcha telah melakukan kesalahan, kesalahan besar karena dia telah memilih jalan kebaikan","Jadi dia bisa melakukan apa saja atas nama kebaikan? Apa kita tidak pernah kehilangan apapun karena kesalahan Ichcha? Kami bahkan mengirim Tapasya ke sekolah asrama karena Ichcha. Semenjak Ichcha datang ke rumah ini, kami kehilangan Tapasya",
Divya Mengungkit masalalu .Divya berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Kami yang selalu disalahkan! Putri kami, ibu kami, cucu kami!", Divya meninggalkan meja makan.

Divya pergi dari meja makan. Damini melarang Divya dan berkata, "Ini bukan salah siapa2 namun salah Ichcha, karena janji yang dia buat ketika masih kecil, dia tetap menjaga janjinya hingga hari ini. Dia tetap menjaga kebahagiaan di rumah ini dan mengutamakan kebahagiaan Tapasya dibandingkan kebahagiaannya sendiri. Aku beritahu nyonya, Ichcha telah menghancurkan hidupnya sendiri demi kebahagiaan Tapasya. Dia telah menghancurkan seluruh hidupnya. Dia menyayangi putri Tapasya seperti putrinya sendiri, itu ialah kesalahannya. Dan kesalahan terbesar ada pada diriku, karena saya yang memintanya berjanji ketika dia masih kecil",

Damini beranjak dari ruangan itu. Divya berkata, "Harga dari pengorbanan mu dan putrimu telah lama kami balas. saya tidak tau berapa banyak lagi kami harus membalasnya". Divya kembali ke kamarnya. Tuan Takhur berfikir,"Kita tidak bisa lari dari masa kemudian, kita tidak akan pernah bisa lari darinya. Apakah Mukhta harus membayar mahal untuk masa kemudian itu sekarang? "Sesuai janji nenek, Tej datang ke hotel tempat nenek menginap untuk membicarakan masalah Mukhta.Tej berkata, "Wow nyonya besar, kamu baru menghabiskan 1 malam di hotel ini dan kamu telah membuka fikiranmu sekarang! saya sangat bahagia kamu telah menyetujuinya!",

"Tej Singh, seandainya saya memberikan apa yang kamu inginkan, apa balasan yang akan kamu berikan untukku?".Tej mengeluarkan seikat uang dan meletakkannya diatas meja.Nenek berkata,"kamu membayar seharga ini untuk masa depan Mukhta? saya fikir kamu ialah keluarga Bundela","saya ialah bagian dari keluarga Bundela, apa yang saya berikan ini ialah cinderamata, bukan harga untuk Mukhta. Mulai sekarang saya akan memberikan cinderamata seperti ini setiap kamu melangkah. Pegang kata2ku",

"Setiap menit kata2mu selalu berubah, mengapa saya harus percaya dengan kata2mu?","kamu benar2 businesswoman, ambil 20 lakh untuk uang muka","saya telah menjaga Mukhta selama 20tahun dan hanya mendapatkan 1 lakh per tahun?","Baiklah, 50 lakh","saya mengabdikan diri selama 50 tahun dikeluarga itu. Berapa harga yang akan kamu berikan untuk itu? Kita juga harus merahasiakan ini dari Chanda kan?",

"1 crore! Sekarang kita sepakati harga ini","saya bukan pengemis jalanan, karena itu saya harus membuat kesepakatan untuk cucu yang telah saya besarkan dengan kasih sayang dan menjaganya dengan uang!".Gunvanti berbicara dengan pengacaranya lewat telfon. Gunvanti berkata,"Pasti ada jalan, penjahat kelas berat saja bisa bebas dengan mudah sedangkan cucuku tidak melakukan apapun! saya telah banyak dengar tentang dirimu, namun kamu bahkan mengatakan bahwa kamu tidak bisa melakukan apapun kali ini!".Gunvanti menutup telfonnya. Yuvraj mendekati Gunvanti dan berkata, "Nenek, kamu akan melakukan sesuatu? kamu akan melindungiku kan?",

"Nenek ada disini, nenek akan melakukan yang terbaik","saya tidak mau dikirim ke dalam penjara! Hidupku akan hancur. saya akan hancur. saya telah melakukan kesalahan besar, namun tidak ada yang tau apa yang terjadi denganku. Dia yang memancingku duluan, dia memanfaatkanku sebagai sahabat, dia telah menamparku didepan banyak orang. saya telah membuat kesalahan dan saya telah minta maaf namun dia tidak mau mendengarkan saya, dia hanya akan berhenti setelah saya ditangkap dan dikirim ke penjara! Nenek akan melakukan sesuatu? Nenek akan menolongku? saya tidak mau masuk ke dalam penjara. Tolong lindungi saya nek!".

Yuvi meneteskan air mata dan menaruh kepalanya dipangkuan Gunvanti.Gunvanti menangis dan berkata, "Nenek telah melakukan yang terbaik, namun nenek tidak bisa melihat jalan keluarnya. Nenek telah berusaha sebisaku. Ibumu ialah musuh terbesar mu, dia tidak aka tenang sebelum kamu dihukum","Nenek, bicaralah padanya. Demi saya, bicaralah padanya. seandainya nenek tidak melakukannya, siapa lagi yang akan melindungiku? saya tidak punya siapa2","Bicaralah pada ayahmu, mungkin hatinya akan luluh".Mukhta membukakan pintu dan terkejut melihat nenek berdiri didepan pintu dengan kopernya. Divya terlihat senang dan bertanya kepada nenek,
"Ibu, bagaimana kabar ibu? Kami memintamu untuk pergi namun kami masih memikirkan dimana kamu berada, bagaimana kabarmu?",
Divya mempersilahkan nenek masuk dan meminta Mukhta membawakan koper nenek ke kamarnya, namun Mukhta menolak. Nenek menghentikan Divya ketika Divya hendak membawa koper nenek ke dalam.Nenek berkata, "Lupakan saja, Divya. kamu ialah putriku. saya bisa memahami kesedihanmu. Apa yang kamu fikirkan, apa yang kamu inginkan. Lebih dari itu, saya mau mengetahui apa yang Mukhta fikirkan dan inginkan. Mukhta telah melakukan apa yang belum pernah terjadi di rumah ini, yang kamu, Jogi dan Tappu tidak bisa lakukan",

Nenek berkata lagi, "Bahkan sampai hari ini Mukhta tidak mengubah keputusannya. saya bangga padanya karena dia telah memberitahuku bahwa saya telah melakukan kesalahan. Dia membuatku menyadari kesalahan2ku, sekarang saya bisa kembali ke rumah ini setelah Mukhta memberikanku izin. saya masih merasa sombong, tinggal di hotel, tidak mencemaskan apapun, makan dengan tenang, namun saya tidak bisa tidur di malam hari.",

"Ketika saya mencoba untuk tidur, suara Mukhta membawaku kembali melihat pantulanku di cermin dan berkata 'Lihatlah perempuan tua, ini ialah wajah aslimu, sepanjang hidupmu kamu terus membenci orang2, ini ialah wajah aslimu', ketika pagi datang, saya merasakan perubahan pada diriku, saya berfikir apakah saya akan tinggal di rumah ini atau tidak, namun saya harus kembali untuk memberitahu semua orang bahwa saya akan bertanggungjawab",

"Sekarang kamu tidak boleh menghentikan apapun yang akan saya katakan dan saya lakukan, karena saya belum pernah melakukannya hingga hari ini" kata nenek kepada Divya.Nenek kemudian mendekati Tuan Takhur dan menangkupkan kedua telapak tangannya, nenek berkata, "saya meminta maaf kepadamu. Apapun yang terjadi pada Tappu,semua karena salahku". Tuan Takhur tidak merespon nenek. Nenek kemudian mendekati Damini dan melakukan hal yang sama. Nenek berkata,"Apa yang bisa saya katakan kepadamu? Dari awal saya telah melakukan kejahatan dalam hidupmu".

Nenek menghampiri Damini dan melakukan hal yang tidak berbeda. Nenek berkata,"Apa yang bisa saya katakan kepadamu? Dari awal saya telah melakukan kejahatan dalam hidupmu".Nenek lalu menghampiri Ichcha, Ichcha melarang nenek yang mau menyentuh kakinya. Nenek berkata kepada Ichcha,"saya melakukan sesuatu yang harusnya telah saya lakukan bertahun-tahun yang kemudian ketika saya merebut gaun pengantinmu. saya harusnya telah melakukan ini ketika saya mendandanimu agar kamu terlihat jelek saat festival menari di sekolahmu waktu kamu kecil"

Ichcha mulai mengingat-ingat peristiwa yang diungkapkan nenek. Nenek berkat, "saya harusnya telah melakukan ini ketika Tapasya meninggalkanmu di hutan ketika kalian masih kecil dulu karena saya yang menyuruhnya. Anakku Ichcha, seandainya saya tidak meminta maaf kepadamu sebelum saya meninggal dunia, bahkan saya tidak punya tempat di dalam neraka","Tidak nek, kamu tidak harus meminta maaf, kamu ialah orangtua di rumah ini, rumah ini ialah milikmu. kamu punya hak penuh untuk tinggal di rumah ini, karena itu kamu tidak harus meminta maaf","Tidak nak, Sepanjang hidupku saya selalu mengutukmu dan lihat apa yang telah kamu lakukan hari ini? kamu telah menunjukkan jalan yang benar kepada Mukhta sedangkan saya selalu menunjukkan jalan yang salah".

Divya berusaha menenangkan nenek, nenek melanjutkan,"Divya, saya tidak bisa tinggal disini lagi. saya datang kemari untuk meminta maaf kepada semua orang dan minta izin untuk kembali ke desa","Tidak nek, kamu tidak boleh pergi kemanapun. kamu akan tinggal disini, ini ialah rumahmu juga" sahut Ichcha.Ichcha meminta Kanha membawakan koper nenek kembali ke kamarnya. Mukhta menghentikan nenek ketika nenek berjalan ke kamarnya.Mukhta berkata, "saya sangat bahagia karena kamu telah menyadari kesalahanmu,kamu telah minta maaf kepada Ibu Ichcha, namun saya tidak tau kenapa, saya tidak percaya padamu","Mukhta, tidak sopan bicara seperti itu kepada orangtua" kata Divya.

Mukhta berkata,"Nenek buyut,saya bersumpah hari ini, seandainya kamu masih berfikiran buruk tentang salah satu anggota keluarga ini, maka hanya 1 diantara kita yang bisa tinggal di rumah ini, antara kamu dan saya".Mukhta melihat nenek sedang berdoa kepada patung dewa di kamarnya, nenek berpura2 sedang berdoa untuk kebahagiaan Ichcha.Nenek berbicara kepada Mukhta,"Maaf saya masuk ke kamarmu tanpa minta izin, saya mau menyentuh semua benda yang ada dikamarmu, yang pernah saya berikan dengan penuh kasih sayang kepadamu. saya akan keluar, jagalah dirimu sendiri dan ingat, nenekmu akan selalu ada setiap kamu membutuhkan pertolongan",

"Apa kamu benar2 menginginkan semua yang kamu katakan dalam doamu tadi?","Terimakasih dewa, akhirnya kamu mau bicara denganku","Semua orang akan menyayangimu seandainya kamu benar2 berubah menjadi lebih baik","kamu benar, bukti apa yang kamu butuhkan untuk mempercayaiku? seandainya saya bekerjasama denganmu untuk mengembalikan hak Ichcha, apakah kamu akan percaya bahwa saya benar2 telah berubah?","Apa kamu benar2 mau melakukannya?","Hanya ada 1 cara agar kamu bisa mendapatkan yang kamu inginkan, dengan cara itu Ichcha bisa kembali ke rumah keluarga Bundela",

"Cara apa itu? saya telah melakukan segalanya namun semua pintu tertutup untukku","Semua Cara yang kamu lakukan itu kekanak-kanakan, jalan yang akan saya tunjukkan kepadamu akan membuatmu lebih dekat dengan tujuanmu","Cara apa itu? ","Ikut bersamaku ke suatu tempat","Mengapa tidak kamu katakan disini sekarang?","Karena kamu tidak akan percaya sampai kamu melihatnya sendiri. kamu telah melakukan segalanya namun nyonya Gunvanti tidak bergeming sedikitpun, saya punya kunci rumah itu. Terserah padamu apakah kamu mau menjalaninya atau tidak",

"saya bisa melakukan sejauh apapun demi Ibu Ichcha. Katakan kepadaku kemana saya harus pergi denganmu dan apa yang harus saya lakukan? Oya, mengapa kamu tiba2 bersimpati kepada ibu Ichcha?","Karena saya telah menyadari kesalahanku dan saya mau menolongnya. seandainya hanya untuk kebahagiaannya saya mungkin tidak akan melakukan apapun. namun kebahagiaannya bisa membuatmu ikut bahagia, kamu mau membuatnya kembali ke keluarga Bundela, dengan cara menolongmu saya bisa mendapatkan kepercayaanmu kembali".

Mukhta dan nenek sudah berada di tempat yang dijanjikan nenek. Nenek melanjutkan, "Hanya 1 orang yang bisa membukakan pintu rumah keluarga Bundela untuk Ichcha, itu dia telah datang".Nenek pertemukan Mukta dan Tej .Mukhta shock melihat Tej, Tej melambaikan tangannya dengan wajah bahagia dan memberikan salam kepada nenek. Mukhta berdiri dari tempat duduknya, ia sangat marah dan berkata, "kamu membaw saya kemari untuk menemuinya? kamu tidak tau dia telah mengikutiku sejak beberapa hari yang kemudian! Setelah saya pulang dari kontes busana di kampus, dia selalu mengikuti ku sejak saat itu! saya merasa tidak nyaman melihatnya dan dia yang akan menolongku membukakan pintu rumah keluarga Bundela untuk ibu Ichcha? kamu mempermainkanku. saya tidak menyangka kamu akan melakukan ini",

"Anakku, saya melakukan ini hanya demi kamu dan Ichcha, kamu tidak bisa menilai seseorang hanya dengan melihatnya. kamu tau persis kalau nyonya Gunvanti telah menutup pintu rumahnya rapat2 untuk ibumu Ichcha, nyonya Gunvanti ialah ratu di rumah itu karena dia ialah menantu satu2nya di rumah itu.",

Nenek melanjutkan, "Ketika seseorang mempunyai posisi yang sama dengannya,seseorang yang bisa membuat keputusan atas segala yang ada di rumah itu, orang yang memiliki hak itu ialah satu2nya orang yang bisa menolong Ichcha untuk kembali ke rumah itu. Dan satu2nya orang yang memiliki hak tersebut ialah laki2 ini. Tej Singh Bundela, putra dari Baldev Singh Bundela, saudara laki2 Umed Singh Bundela, juga paman dari Veer Singh Bundela. Dia ialah pemilik dari setengah harta kekayaan keluarga Bundela",

"Laki2 ini? namun mengapa dia mau menolongku nek?","Karena kamu juga akan menolongnya","Menolong bagaimana?","seandainya kamu melakukan apa yang dia inginkan, maka semua keinginanmu akan menjadi perintah bagi dirinya","Apa yang dia inginkan dari diriku?","Dia ingin menikah denganmu!".

Nenek memberitahu Mukhta,"Dia mau menikah denganmu! kamu akan menjadi saudari ipar nyonya Gunvanti setelah menikah dengannya. Setelah itu, apapun yang kamu inginkan bisa menjadi kenyataan. Ketika kamu menjadi menantu di rumah itu, kamu bisa membuat Gunvanti menari mengikuti iramamu. kamu bisa mengembalikan hak Ichcha. Ichcha bisa kembali masuk ke rumah itu dengan penuh rasa hormat","kamu mau saya menikah dengannya? Lelaki tua ini? Bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu? kamu menemukan cara ini untuk kebahagiaan ibu Ichcha?",

"Hanya ini jalan satu2nya yang ada dihadapanku. Jalan termudah dan tercepat. Kebahagiaanmu ada pada kebahagiaan Ichcha dan bagiku tidak ada yang lebih penting daripada kebahagiaanmu. Apa yang tidak bisa kamu dapatkan dengan berusaha selama bertahun2 bisa kamu dapatkan hanya dalam 1 hari setelah menikah dengannya. saya menunjukkanmu jalan ini setelah berfikir dengan sangat matang."

Nenek Melanjutkan, "Sekarang terserah padamu, ini ialah keputusanmu sendiri. saya tidak bisa mengambil keputusan untuk hidupmu tanpa seizinmu. Tidak perlu terburu2, Ichcha telah menghabiskan 18tahun hidupnya jauh dari keluarga Bundela, dia bisa menunggu 2 atau 3 tahun lagi. Pulanglah dan fikirkan baik2, gunakan waktumu, apapun keputusan yang kamu ambil akan mejadi keputusan yang benar. Pulanglah".

Mukhta melihat Tej dengan tatapan jijik dan pergi meninggalkan tempat itu.Tej menghampiri nenek dan berkata,"Apa yang kamu lakukan? saya hampir menangkap seekor burung dengan jaringku dan kamu melepaskannya?","Dia bukan seekor burung, namun dia ialah seekor kupu2 yang rapuh, seandainya kamu menggenggamnya dengan sangat kuat maka sayapnya akan patah, biarkan dia terbang kesana kemari kemudian ia akan datang dan duduk di bahumu dan kamu bisa menyentuhnya dengan penuh kasih sayang","saya tidak punya banyak waktu!",

"Ini ialah sebuah pernikahan, bukan permainan anak2, saya sangat yakin dia akan kembali".Dilain tempat, Vishnu menghampiri Meethi yang sedang berdoa di kuil. Vishnu memberitahu Meethi,"Ini jam istirahat di kuil".Meethi masih menutup matanya. Vishnu kemudian membuka buah kelapa dan makan disamping Meethi. Vishnu menawarkan kelapa tersebut kepada Meethi, Meethi menolaknya.Meethi bertanya, "Apa kamu benar2 tinggal disini?","Ya, kuil ini ialah rumahku","Dimana anggota keluargamu?",

"saya tidak punya siapa2. Ayah meninggal dalam insiden tragis ketika saya masih berusia 8 tahun. Ibu tidak bisa lepas dari trauma nya. Lupakan kisah tentang masa laluku. Beritahu saya, kemana saya harus mengantarmu hari ini? Perhentian bis atau ke kampus?".Vishnu berdiri, ia memberikan tangannya mengajak Meethi ikut bersamanya.Mukhta memainkan cahaya lampu di kamarnya sama memikirkan kata2 nenek tadi. Nenek tiba2 masuk ke kamarnya, Mukhta mulai marah dan meminta nenek untuk pergi dari kamarnya.

Mukhta berkata, "kamu mau agar saya menikah dengan laki2 tua itu?","Pernahkah saya berkata kalau saya yang menginginkannya?","kemudian mengapa kamu mempertemukan saya dengannya?","Karena kamu mau mengembalikan hak Ichcha dan kamu tidak punya cara lain. Ketika kamu gagal setelah mencoba segala cara,maka ada 1 cara yang tersisa yaitu pengorbanan","Permainan apa yang sedang kamu mainkan sekarang?",

"Ibumu Ichcha juga telah melakukan pengorbanan seperti ini, dia memberikan gaun pengantinnya kepada ibumu tepat sebelum upacara pernikahannya dan membiarkan dirinya menjadi janda tanpa pernikahan! Dia ialah orang yang telah memberikan seluruh hidupnya hanya untuk 1 keinginan ibumu. kamu juga bisa melakukan pengorbanan yang sama untuk ibumu Ichcha. Sebelum seseorang sepertimu bisa memiliki derajat yang sama dengan Gunvanti dalam keluarga Bundela, ibumu Ichcha tidak akan pernah mendapatkan hak nya kembali!".

Nenek meninggalkan kamar Mukhta. Mukhta menjadi semakin stres mendengar ucapan nenek, ia memegang kepalanya dan terduduk di lantai.Sementara itu, Tej dalam keadaan mabuk berat berbicara dengan foto kakek,"Gadis berusia 20 tahun tidak mau menikah denganku bahkan setelah mengetahui betapa kaya nya diriku. Mengapa?? namun Tej Singh Bundela bersumpah, menantumu itu akan segera datang, Mukhta Rathore akan segera datang! Setelah itu saya akan mengucapkan terimakasih kepadamu".Veer merasa sangat marah melihat Tej bicara dengan foto kakek dalam keadaan mabuk, ia menghampiri Tej dan memarahinya,

"Apa kamu tidak merasa malu minum alkohol didepan foto kakek?!".Veer terluka dipukul Tej .Mereka kemudian terlibat perkelahian. Tej memukul kepala Veer dari belakang menggunakan botol minuman kerasnya. Veer mulai kehilangan keseimbangan, Tej kemudian mendorong Veer dari lantai 2. Veer jatuh menimpa meja kaca dibawah hingga tak sadarkan diri. Tej hanya melihatnya tanpa merasa bersalah.

Sumber :  www.kumpulanfilm.com

Demikian cerita atau sinopsis drama serial "Uttaran" episode ke 226 yang akan tayang pada Selasa, 3 Mei 2016. Untuk sinopsis selanjutnya bisa terus pantau blog ini terimakasih.

Sinopsis Uttaran Terlengkap

IKLAN GOOGLE